92 total views,  2 views today

Kegiatan pengelolaan SDG pertanian di Bank Gen Pertanian meliputi: eksplorasi dan koleksi, preservasi/konservasi, karakterisasi, evaluasi dan dokumentasi data. Program pengelolaan plasma nutfah yang dilaksanakan merupakan rangkaian kegiatan yang terintegrasi dan berkelanjutan dalam upaya mendukung arah program pemuliaan yang senantiasa dinamis dan berkelanjutan.

Koleksi (eksplorasi) adalah kegiatan mencari, mengumpulkan, serta meneliti jenis varietas lokal tertentu (di daerah tertentu) untuk mengamankan dari kepunahannya. Langkah ini diperlukan guna menyelamatkan varietas-varietas lokal dan kerabat liar yang semakin terdesak keberadaannya, akibat semakin intensifnya penggunaan varietas-varietas unggul baru.

Kegiatan eksplorasi dilakukan di daerah sentra produksi,daerah produksi tradisional, daerah terisolir, daerah pertanian lerenglereng gunung, pulau terpencil, daerah suku asli, daerah dengan sistem pertanian tradisional/belum maju, daerah yang masyarakatnya menggunakan komoditas yang bersangkutan sebagai makanan pokok, daerah epidemik hama/penyakit, serta daerah transmigrasi lama dan baru.

Untuk memperkaya dan menambah koleksi maka dilakukan introduksi plasma nutfah dari luar negeri melalui kerja sama dengan lembaga-lembaga penelitian internasional seperti International Rice Research Institute (IRRI, Filipina) untuk plasma nutfah padi, International Crops Research Institute for the Semi Arid Tropics (ICRISAT, India) untuk plasma nutfah sorgum, Centro Internacional de Mejoramiento de Maiz y Trigo (CIMMYT, Mexico) untuk plasma nutfah jagung, Asian Vegetable Research Development Centre (AVRDC, Taiwan) untuk plasma nutfah aneka kacang serta Centro Internacional de la Papa (CIP, Peru), dan Centro Internacional de Agricultura Tropical (CIAT, Columbia) untuk plasma nutfah ubijalar.

Konservasi plasma nutfah pertanian di bank gen BB-Biogen, Bogor dilakukan secara ex situ dalam bentuk:

  • Bank gen koleksi benih untuk plasma nutfah padi, jagung, sorgum, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, aneka kacang potensial (kacang tunggak, kacang gude, komak, kacang bogor, dan kacang koro) padi liar dan terigu. Bank gen untuk penyimpanan benih padi, jagung, dan aneka kacang tersebut berlokasi di Laboratorium Bank Gen dan Genetika Tanaman, BB-Biogen, Bogor.
  • Bank gen di lapang (field gene bank) untuk plasma nutfah ubikayu, ubijalar, dan ubi-ubian minor (ubi kelapa, talas, gembili, ganyong, patat dan iles-iles). Field gene bank aneka ubi berlokasi di BB-Biogen, Bogor (koleksi inti plasma nutfah ubijalar), Kebun Percobaan Cikeumeuh-Bogor (koleksi plasma nutfah ubikayu dan aneka ubi potensial), Kebun Percobaan Pacet, Cianjur (koleksi plasma nutfah ubijalar dataran tinggi) dan Kebun Percobaan Citayam, Bogor (koleksi plasma nutfah ubijalar dataran rendah).
  • Konservasi secara in vitro untuk beberapa aksesi plasma nutfah ubikayu, ubijalar, dan talas di Laboratorium In vitro, BB-Biogen, Bogor.

Beberapa fasilitas yang dimiliki Bank Gen BB-Biogen, Bogor untuk konservasi plasma nutfah pertanian meliputi:

  • Laboratorium Bank Gen dan Genetika Tanaman, memiliki beberapa deep freezer (temperatur -18oC), beberapa chiller (temperatur 0-5oC), dan ruangan penyimpanan benih (temperatur 15oC dan kelembaban 40%) untuk penyimpanan benih padi, jagung, sorgum, dan aneka kacang.
  • Laboratorium Kultur In Vitro, yang dilengkapi perangkat penunjang untuk konservasi plasma nutfah tanaman pangan secara in vitro.
  • Laboratorium prosesing benih.
  • Laboratorium teknologi benih untuk pengujian rutin viabilitas dan kesehatan benih.
  • Laboratorium koleksi mikroba pertanian.
  • Ruang komputer, untuk kegiatan pengembangan pangkalan data (database) plasma nutfah pertanian.
Karakterisasi merupakan kegiatan dalam rangka mengidentifikasi sifatsifat penting yang bernilai ekonomi, atau yang merupakan penciri dari varietas yang bersangkutan. Trait yang diamati dapat berupa karakter morfologis (bentuk daun, bentuk buah, warna kulit biji, dan sebagainya), karakter agronomis (umur panen, tinggi tanaman, panjang tangkai daun, jumlah anakan, dan sebagainya), karakter fisiologi (senyawa alelopati, fenol, alkaloid, reaksi pencoklatan, dan sebagainya), marka isoenzim, dan marka molekular.
Evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan guna mengidentifikasi kandungan senyawa gizi (protein, lemak, vitamin, dan sebagainya) serta bagaimana reaksi varietas tanaman terhadap cekaman faktor biotik (ketahanan terhadap hama, penyakit) dan abiotik (toleransi kekeringan, toleransi keracunan Fe, toleransi keracunan Al, toleransi kadar garam tinggi, toleransi lahan masam). Kegiatan karakterisasi dan evaluasi memiliki arti dan peran penting yang akan menentukan nilai guna dari materi plasma nutfah yang bersangkutan. Kegiatan karakterisasi dan evaluasi dilakukan secara bertahap dan sistematis dalam rangka mempermudah upaya pemanfaatan plasma nutfah. Kegiatan tersebut menghasilkan sumbersumber gen dari sifat-sifat potensial yang siap untuk digunakan dalam program pemuliaan.

Kegiatan pengelolaan plasma nutfah pertanian melibatkan banyak kegiatan mulai dari koleksi/introduksi, registrasi, konservasi, karakterisasi, evaluasi hingga pemanfaatan plasma nutfah yang bersangkutan bagi kegiatan penelitian pemuliaan. Pada setiap pos kegiatan tersebut akan dihasilkan banyak sekali data dan informasi penting yang harus didokumentasikan. Dengan demikian, di samping materi plasma nutfah, maka data dan informasi penting mengenai karakteristik plasma nutfah tersebut juga harus disimpan dalam bentuk database yang terkelola dengan baik.

Perkembangan peningkatan kualitas dan kuantitas aktivitas bank gen dari waktu ke waktu menuntut tersedianya data dan informasi yang dapat diakses setiap saat secara cepat, mudah, dan akurat. Data serta informasi hasil kegiatan eksplorasi/introduksi, karakterisasi, dan evaluasi didokumentasi dalam bentuk pangkalan data (database). Guna lebih memudahkan dalam pengelolaan data, maka sejak beberapa tahun terakhir telah disusun sistem database plasma nutfah tanaman pangan berbasis Microsoft Access. Penambahan serta pengembangan program aplikasi database plasma nutfah tanaman pangan terus dilakukan guna meningkatkan kinerja sistem database yang ada.

Dengan adanya sistem database ini, kegiatan pengelolaan, moniroting serta pertukaran data dapat dilakukan secara lebih mudah, cepat, dan akurat. Kegiatan dokumentasi data SDG yang dilakukan meliputi:

  • Inventarisasi data: data yang diinventarisasi meliputi data paspor, data karakterisasi, data evaluasi (plasma nutfah tanaman). Data visual dalam bentuk foto juga diinventarisir untuk masing-masing aksesi (record), sesuai dengan ketersediaannya.
  • Transkripsi: penyesuaian format data dengan format standar yang telah ditentukan dalam sistem database; jika diperlukan, transformasi data dilakukan.
  • Entry (pemasukan) data: penambahan dan editing data dilakukan menggunakan sistem database Sistem Informasi Plasma Nutfah Pertanian (SIPNP) berbasis Microsoft Access.
  • Validasi data: data yang telah dientry dikonfirmasi kembali kesesuaian dan kebenarannya terhadap data aslinya. Editing data akan dilakukan kembali jika terjadi ketidaksesuaian atau kesalahan dalam melakukan pemasukan data.
  • Penyusunan katalog tahunan plasma nutfah pertanian: print-out data dilakukan secara periodik dalam bentuk buku katalog tahunan plasma nutfah pertanian.
  • Pengembangan program aplikasi database plasma nutfah tanaman pangan dan mikroba pertanian: dilakukan untuk menjamin optimalisasi kinerja sistem database yang ada. Selain itu itu, juga untuk mengakomodir penambahan trait baru yang harus didokumentasikan, seperti penambahan karakter-karakter baru.